"Ah, begini saja aku udah bersyukur banget..."
Begitu komentar teman saya menanggapi pencapaiannya yang baik secara kuantitatif maupun kualitatif masih jauh dari harapan dia sendiri...
Sekilas, kalimat itu seperti sebuah kalimat syukur, karena dia mendapatkan sesuatu yang biasanya tidak dia dapatkan sebelumnya.
Teman-teman yang luar biasa,
Syukur itu adalah kewajiban kita setiap saat. Ketika bicara pencapaian , tentulah rasa syukur yang kita panjatkan.
Tak perlu jauh-jauh, anda masih bisa membaca tulisan ini pun Anda wajib bersyukur. Anda bisa mendengarkan bunyi tuts keyboard laptop Anda, Anda wajib bersyukur, dan yang paling paripurna adalah kenyataan bahwa Anda masih hidup saat ini adalah hal yang paling kita syukuri...
Jadi...
Syukur adalah gaya hidup kita.
Kita hidup untuk bersyukur.
Caranya adalah dengan menggunakan apa-apa yang sudah Tuhan titipkan pada kita sesuai dengan tempatnya.
Contoh dalam bisnis kita,
Sudahkah kita adil pada Sang Pemberi mata untuk memanfaatkannya sebaik mungkin untuk melihat peluang-peluang yang ada?
Sudahkah kita menggunakan otak kita untuk berpikir apa yang kita bisa kontribusikan untuk orang lain?
Sudahkah kita menggunakan tenaga kita secara optimal untuk melakukan apa yang menjadi tugas kita?
Jika belum, apa pantas kita didengarkan dan dilihat oleh-Nya sebagai hamba yang bersyukur? TIDAK! Sekali-kali tidak. Tak lain kita adalah hamba yang sia-sia hidup di bumi ini.
Jadi,
Silakan kembali cermati kalimat teman saya ini:
"Ah, begini saja aku udah bersyukur banget..."
Apakah lebih cocok dimaknai sebagai kalimat syukur? Atau kalimat puas diri...?
.....by GP